Resume Artikel Ilmiah “Project-based Learning in The Relationship of Motivation and Critical Thinking to The Competence of Electrical Engineering Students”
Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara motivasi dan kemampuan berpikir kritis terhadap kompetensi mahasiswa teknik elektro dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project-based Learning atau PjBL). PjBL diidentifikasi sebagai metode pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan mahasiswa, khususnya untuk menghadapi tuntutan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, penggunaan teknologi, dan keterampilan hidup lainnya.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori, yang melibatkan 302 mahasiswa teknik elektro tingkat akhir dari lima universitas di Surabaya, Indonesia, yang diharapkan menguasai kompetensi di bidang otomatisasi instalasi listrik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dirancang untuk mengukur kinerja tipikal (Measures of Typical Performance atau MTP) serta wawancara.
Data dianalisis menggunakan metode SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Square) yang menunjukkan bahwa motivasi dan berpikir kritis memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kompetensi mahasiswa teknik elektro. Hasil penelitian ini diukur melalui nilai R-Square sebesar 0,961 atau 96%, yang mengindikasikan bahwa model ini memiliki relevansi prediktif yang kuat.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa PjBL dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melibatkan mahasiswa dalam situasi pemecahan masalah dan evaluasi kritis. Pembelajaran berbasis proyek tidak hanya memperdalam pemahaman materi, tetapi juga mengembangkan berbagai keterampilan seperti komunikasi, manajemen waktu, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Motivasi dalam penelitian ini diukur menggunakan model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction), sementara berpikir kritis diukur dengan model FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, Overview). Kompetensi diukur berdasarkan standar yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa indikator motivasi dan berpikir kritis perlu dihapus dari model karena tidak memenuhi kriteria validitas.
Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan PjBL ke dalam kurikulum pendidikan teknik elektro, karena terbukti mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar yang nyata. Dengan menggunakan kit pelatihan otomatisasi instalasi listrik dalam PjBL, mahasiswa dihadapkan pada masalah konkret yang mendorong mereka untuk berpikir kritis dan bekerja secara kolaboratif dalam tim.
Kesimpulannya, penelitian ini mendukung penggunaan PjBL sebagai metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa teknik elektro. Metode ini tidak hanya membantu mahasiswa memahami materi secara mendalam, tetapi juga meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis. Hal ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya dalam pendidikan teknik, dan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi model pembelajaran terintegrasi di masa depan.
Komentar
Posting Komentar